4 Keunggulan Mobil Listrik dibanding Mobil BBM

Di samping untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan, industri ini juga disebut-sebut bisa menghemat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga sekitar Rp. 798 triliun.

Simak selengkapnya 4 keunggulan mobil listrik dibanding mobil BBM :

1.Mobil Listrik Lebih Hemat Energi

Di tengah kondisi kelangkaan BBM tersebut, mobil listrik tentu bisa menjadi salah satu solusi. Menurut penelitian yang pernah dilakukan Kementerian Perindustrian, mobil listrik jenis crossover bisa menghemat konsumsi BBM sebanyak half, sedangkan mobil listrik jenis module mixture bisa menghemat hingga 75% – 80%.

2.Ongkos Mobil Listrik Lebih Murah

Besaran ongkos untuk menjalankan mobil listrik juga lebih murah daripada mobil BBM. Hal ini pernah diteliti oleh Michael Sivak dan Brandon Schoettle dari Michigan’s Research Institute.

Dalam jurnal berjudul Relative Costs of Driving Electric and Gasoline Vehicles (2018), mereka menyebutkan biaya rata-rata untuk mengoperasikan mobil listrik di Amerika Serikat adalah Rp. 6,8 juta per tahun. Jauh lebih murah dari kendaraan BBM yang rata-rata menghabiskan sekitar Rp. 15,7 juta per tahun.

3.Biaya Pemeliharaan Mobil Listrik Lebih Murah

Mobil listrik memiliki sistem permesinan yang lebih sederhana dibanding mobil BBM. Karena itu, biaya pemeliharaannya juga menjadi lebih murah. Pemilik mobil listrik tidak perlu mengganti oli, channel udara, fan belts, kepala silinder, ataupun mengganti busi seperti pada mobil BBM biasa.

Umumnya, perawatan yang dibutuhkan kendaraan listrik hanyalah pengecekan fisik kendaraan serta pengecekan baterai secara berkala.

4.Pemilik Mobil Listrik Mendapat “Hak Istimewa”

Di berbagai negara seperti Inggris, Cina, Jepang, dan Amerika Serikat, industri mobil listrik mampu berkembang cukup pesat. Hal ini salah satunya didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan “hak istimewa” bagi pengguna mobil listrik.

Pemerintah California memberikan jalur khusus untuk kendaraan listrik. Pemerintah Tokyo dan India memberikan free parkir, dan pemerintah Barcelona bahkan menggratiskan jalan tol bagi mobil listrik.

Hal serupa juga mulai terlihat di Indonesia. Di samping rencana pemberian insentif untuk pelaku industri dan pengurangan PPnBM dari Kementerian Keuangan, PT Pertamina juga telah menyediakan charging station free untuk mobil listrik buatan Jepang dan Eropa.

Program charging station free ini diluncurkan sejak November 2018 lalu di kawasan Kuningan, Jakarta, dan masih akan berlaku hingga beberapa bulan ke depan. Menurut Direktur Utama PT Pertamina Retail, Sofyan Yusuf, fasilitas charging ini bisa mengisi daya mobil listrik dalam waktu sekitar 15 menit.